Kamis, 09 April 2020

Cerita tentang Hari Ini


Malam ini, daripada beranjak untuk tidur aku memilih untuk nulis. Sebenernya aku nggak tahu mau nulis apa malam ini. Ada banyak hal yang aku pikirkan dan coba aku renungi hari ini. Akan aku coba ingat dan tulis satu-satu. Jadi, mohon maaf kalo tulisan ini nantinya akan kurang fokus dan menjalar kemana-mana. Untukku tidak mengapa, toh aku memang sedang belajar menulis.
Hari ini aku merasa lebih bahagia dari hari sebelumnya, rasanya hari ini aku lebih produktif. Walaupun produktivitasku tidak bisa dibandingkan dengan produktivitas orang lain. Tadi pagi seperti biasa aku bangun jam lima, shalat, lalu tidur lagi dengan kondisi masih pake mukena. Suara ibulah yang kemudian membangunkanku kembali, menandakan aku harus segera bangun untuk membantunya. Aku tidak benci untuk bangun pagi, justru aku ingin bangun sebelum subuh supaya bisa menjalankan shalat tahajjud. Namun ntah setan apa yang merasukiku, alarm yang aku set jam setengah empat tidak pernah berhasil membangunkanku.
Perintah ibu terkadang tidak bisa dinegosiasi, jadi kalo dia menyuruhku bangun maka aku harus bangun. Jangan dikira bangun hanya sekadar perintah untuk membuka mata. Makna dari perintah bangun dari ibuku adalah aku harus segera memegang sapu atau ke dapur untuk mengurus piring-piring kotor. Kali ini aku beruntung karena piring kotor sejak semalam sudah dicuci oleh ibu, lantas aku pun bergegas megang sapu. Menyapu aku lakukan dari kamar orang tuaku, dalam kondisi masih ingin tidur aku tergoda dengan pesona kasur empuk nan lebar di kamar ortu. Aku tidak kuasa untuk menolak hawa nafsu tidur di atasnya, lalu aku lakukan. Ya, begitulah kiranya ukuran keimananku, cetek bukan? Nikmatnya tidur...
Hei, bukankah kamu harusnya bercerita tentang produktivitas hari ini?
Sabar, itu tadi adalah cerita di episode pagi dengan durasi yang singkat. Kenikmatan tidur itu lantas sirna dengan panggilan ibu. Lalu aku melanjutkan nyapu hingga selesai.
Keluargaku terbiasa membuat teh di pagi dan sore hari, kebiasaan yang nampaknya akan menular padaku. Sejak awal 2020, kalo di pagi hari aku ada waktu luang maka aku selalu menyempatkan menikmati secangkir teh sambil menulis rencanaku dalam sehari. Nah, setelah diberlakukan Study at Home maka aku semakin rutin menjalani kebiasaan nge-teh tersebut.
Setelah menikmati teh dan merencanakan kegiatan hari ini (yang tentunya di rumah aja), aku membuka sosmed-sosmedku. Hei, ada yang menarik dong. Si Arva - temenku sejak SMA dan sekarang juga jadi temen sejurusanku – mengirimi challenge  di grup kelas. Menariknya adalah challenge tersebut berupa main skipping, olahraga yang aku sukai.  Jadi, yang mau ikut challenge tersebut kudu main skipping 100x tanpa jeda. Bukannya sombong, bagi aku yang emang dari kecil hobi main lompat tali itu adalah tantangan yang mudah, wkwk. Jadilah pagi sampai siang hariku yang harusnya aku peruntukkan mikirin topik skripsi malah aku pake main challenge. Tapi aku nggak menyesal sih, karena aku jadi bisa dapet voucher gopay dan buat konten story di WA dan IG. Lalu siang sampe sore aku nyoba masak bahan-bahan yang ada di kulkas sambil buat konten juga. Pokoknya kegiatan olahraga dan memasakku tadi semua aku buat story. Dasar generasi penuh pencitraan. Namun nyatanya ada rasa yang cukup puas ketika story-story itu mendapat respon yang baik dan banyak dari temen-temen, hehe.
Pada akhirnya aku jadi bisa lebih tahu apa yang aku suka dan ingin aku bagikan ke orang lain. Setidaknya ada hal-hal yang layak aku pertontonkan ke orang lain dan semoga bisa menginspirasi orang untuk ikutan olahraga atau masak. Jadi, selama di rumah aja nggak hanya rebahan aja. Namun, hal yang aku sedikit sayangkan juga adalah bahwa rencana kegiatanku tidak berjalan sesuai rundown. Untuk kegiatan ngeblog ini aja deh, harusnya aku kerjain tadi sore selepas ashar eh malah baru sekarang jam 00.32 baru kelar. Tidak mengapa, pada akhirnya aku sedikit paham bahwa hal-hal yang di luar rencana terkadang juga bisa ngasih kita pemahaman baru tentang diri sendiri. Kegiatan yang kita susun (bukan hal yang mendesak) juga bisa dikerjakan di penghujung hari, asalkan kita mau sedikit memaksa diri untuk mengerjakannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar