Mohon maap, hari ini gue langsung posting tiga tulisan, karena gue lagi gabut dan emang tulisan itu udah ada sejak beberapa hari lalu.
...........................
Hari ini gue cukup lega. Why? Pertama, karena gue nggak ada tugas
kelompok jadi gue bisa menikmati malam minggu gue dengan tenang. Kedua, karena
tanggung jawab gue satu demi satu udah terselesaikan, khususnya tentang makrab.
Makrab, yang udah memberi gue pelajaran yang cukup berarti. Nggak hanya belajar
gimana gue jadi panitianya, tapi lebih kepada pelajaran hidupnya. Makrab yang
sempat mengakrabkan gue dengan seseorang, kemudian berakkhir sakit hati. Tapi
setidaknya gue bisa mengambil pelajaran dari itu, pertama gue tambah ilmu
tentang ‘gimana laki-laki itu’ kedua ‘gimana teman-teman itu’, gue belajar
cukup banyak tentang jenis dan sifat manusia. Benar manusia itu semakin dewasa
semakin jahat, nggak tulus, nggak punya hati, nggak bisa dipercaya, dan penuh
sandiwara. Dunia adalah panggung sandiwara, sekarang gue mengamini pepatah itu.
Baiklah, sudah cukup
ngomongin tentang makrab. Mari kita move
on ke pembahasan utama sesuai dengan judul. Beberapa hari lalu gue sempat
merasa bahwa hidup gue berantakan, gue ngajalanin sesuatu asal jalan aja tanpa
tahu tujuannya dan berujung pada rasa capek dan nggak puas. Menyadari hal itu,
gue rasa sudah saatnya harus menyusun hidup. Mau dibawa kemana hidup gue
kedepan. Gue harus sedikit mengurangi hobi nostalgia dengan masa lalu, untuk
fokus ke masa depan.
Waktu liburan semester
genap kemarin gue sempet baca buku judulnya kalo nggak salah “Seven Laws to
make Hapiness Life”. Dari buku itu gue belajar untuk mencapai hidup yang
bahagia dan tentram kita perlu mengetahui untuk siapa kita hidup, selanjutnya
kita akan tahu bagaimana menjalani kehidupan itu. So, gue akan menyusun
berdasarkan prioritas siapa aja dalam hidup gue yang dianggap penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar