Minggu, 23 September 2018

Hidup adalah tentang Siapa dan Bagaimana


Mohon maap, hari ini gue langsung posting tiga tulisan, karena gue lagi gabut dan emang tulisan itu udah ada sejak beberapa hari lalu.
...........................
Hari ini gue cukup lega. Why? Pertama, karena gue nggak ada tugas kelompok jadi gue bisa menikmati malam minggu gue dengan tenang. Kedua, karena tanggung jawab gue satu demi satu udah terselesaikan, khususnya tentang makrab. Makrab, yang udah memberi gue pelajaran yang cukup berarti. Nggak hanya belajar gimana gue jadi panitianya, tapi lebih kepada pelajaran hidupnya. Makrab yang sempat mengakrabkan gue dengan seseorang, kemudian berakkhir sakit hati. Tapi setidaknya gue bisa mengambil pelajaran dari itu, pertama gue tambah ilmu tentang ‘gimana laki-laki itu’ kedua ‘gimana teman-teman itu’, gue belajar cukup banyak tentang jenis dan sifat manusia. Benar manusia itu semakin dewasa semakin jahat, nggak tulus, nggak punya hati, nggak bisa dipercaya, dan penuh sandiwara. Dunia adalah panggung sandiwara, sekarang gue mengamini pepatah itu.
Baiklah, sudah cukup ngomongin tentang makrab. Mari kita move on ke pembahasan utama sesuai dengan judul. Beberapa hari lalu gue sempat merasa bahwa hidup gue berantakan, gue ngajalanin sesuatu asal jalan aja tanpa tahu tujuannya dan berujung pada rasa capek dan nggak puas. Menyadari hal itu, gue rasa sudah saatnya harus menyusun hidup. Mau dibawa kemana hidup gue kedepan. Gue harus sedikit mengurangi hobi nostalgia dengan masa lalu, untuk fokus ke masa depan.
Waktu liburan semester genap kemarin gue sempet baca buku judulnya kalo nggak salah “Seven Laws to make Hapiness Life”. Dari buku itu gue belajar untuk mencapai hidup yang bahagia dan tentram kita perlu mengetahui untuk siapa kita hidup, selanjutnya kita akan tahu bagaimana menjalani kehidupan itu. So, gue akan menyusun berdasarkan prioritas siapa aja dalam hidup gue yang dianggap penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar