Sekarang udah siang sebenernya, gue lagi di Digilib Fisipol. Tadi pagi sebelum ngampus sebenernya mau ngepost tulisan ini tapi tiba-tiba mati listrik dan nggak ada sinyal. Berikut tulisannya....
***
Kemarin seharian gue nugas di kampus, dari jam 9 pagi
nyampe jam setengah 7 sore. Hanya demi satu UTS takehome. Niatnya emang kemarin mau fokus dan menyelesaikan
tugas-tugas kuliah, tapi cuman satu doang yang kelar. Sesampainya di rumah gue
langsung tidur sampai jam 5 pagi. Jadinya hari ini masih ada beberapa tugas
kuliah yang menanti, pastinya tugasnya kelompokkan.
Pagi ini suasananya enak banget, matahari masih ketutup
awan dan angin berhembus sepoi-sepoi. Gue yang nggak tahu mau ngapain dulu pagi
ini langsung buka laptop untuk nulis curhatan yang mungkin kurang berfaedah
ini.
Kalo dipikir-pikir membosankan banget ya hidup gue,
bangun tidur yang teringat tugas kuliah. Aktivitas gue seolah hanya berkutat
pada satu tugas kuliah ke tugas kuliah yang lain. Ada sih selingan, kerjaan
rumah seperti nyapu, ngepel, dan nyuci. Udah, ternyata gitu doang cara kamu
menghabiskan waktu mudamu Bil.
Ah lo terlalu hiperbola Bil, kan emang saat ini lagi masa-masa UTS ya
wajarlah kalo kerjaannya nugas melulu.
Bisa jadi, tapi intinya gue bosan.
Rasanya gue pengen melakukan sesuatu diluar nugas kuliah,
yang menantang, yang membuat gue kesusahan, yang mengasah daya pikir, yang
menguji ketahanan fisik, yang bermanfaat bagi gue dan orang lain, yang membuat
diri ini berkembang.
Belum lama ini, sahabat gue bilang kalo dia di masa depan
pengen punya yayasan sosial. Gue terkejut dia bilang gitu, karena dia biasanya
nggak visioner. Lantas gue langsung bertanya dengan diri gue, apa yang udah lo rencanain buat masa depan?
Nggak ada.
Dulu pas SMA gue ada keinginan buat kuliah di luar
negeri. Sekarang keinginan itu lama-kelamaan kian memudar, tergantikan oleh
realitas yang membuat gue nggak pede. Apalah gue yang di kampus ini bukan jadi
siapa-siapa, yang nggak lebih pinter dari kawan yang lain, yang masih
terbata-bata kalo ngomong. STOP!
Mungkin di usia menjelang 20 tahun seseorang sedang
merasa jadi hakim paling pandai untuk menilai kelemahan diri sendiri. Namun,
kurang bisa bersikap adil pada kelebihan atau potensi yang dimiliki. Itulah gue
saat ini.
Ironis memang, di awal gue pengen melakukan hal-hal yang
menantang tapi perasaan negatif selalu membuntuti. Astaghfirullah.. setan apa yang lagi merasukiku, entah apaa..
(lirik lagu yang lagi viral)
Sudahlah, gue nggak mau terlalu minderan. Minder itu
bibit seseorang untuk nggak bisa bergerak maju dan sulit meraih kesuksesan. Nggak
mau kan Bil lo yang udah berjalan sejauh ini kelak bermuara pada kegagalan?
Namun ingat juga, bahwa standar sukses dan gagal setiap orang itu beda-beda.
PR bagi gue sekarang adalah merumuskan rencana masa
depan, biar gue ada semangat melakukan hal-hal baru dan hidup gue nggak
membosankan. Deadline : 20 November 2019 tepat ketika usia gue 20 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar