Pada akhirnya Ujian Akhir Semester udah
kelar juga! Sumpah gue legaaaa banget. Setelah melewati hari-hari penuh dengan
tekanan, ngerjain soal-soal ujian yang bikin capek otak dan tangan. Gimana
nggak capek ada beberapa soal yang syarat jawabannya minimal satu halaman,
bahkan ada juga yang suruh membuat esai 500 kata. Gila kan tuh? Tapi sudahlah,
lupakan masa-masa sulit itu dan marilah kita rencanakan liburan yang asyik dan
menarik lur!
Tapi...sebelum menikmati masa-masa liburan
ada baiknya sebagai mahasiswa yang berintegritas kita hendaknya melakukan
evaluasi terhadap semester yang telah lalu dan melakukan beberapa resolusi
untuk semester yang akan datang. Ya to? Karena manusia berhak berencana,
meskipun perencana terbaik adalah Tuhan. Nggaya..nggaya..
Sebenarnya ada berbagai aspek dalam hidup
gue yang butuh untuk dievaluasi, tapi kayaknya akan panjang ceritanya kalo gue
tuangin semuanya ke dalam tulisan. Jadi, gue hanya akan menuliskan evaluasi dan
resolusi yang berkaitan dengan aspek perkuliahan aja lah ya.
Setelah
gue renungkan dan pikirkan, kira-kira ini nih evaluasi dan resolusinya :
1.
Selama ini gue kurang persiapan untuk
kelas, jarang banget gue baca buku atau belajar tentang materi yang akan
dipelajari besok ketika kelas. Dampaknya adalah ketika dosen menyampaikan
materi gue sering nggak paham sama alurnya karena gue ibaratnya nggak bawa
bekal pokok tentang materi tersebut. Padahal nih ya, temen-temen gue yang lain
(terutama yang pinter-pinter) tuh udah pada prepare
sebelum kelas, jadi pas kelas mereka tuh bisa ngikutin alur materi dosen terus
bisa menyampaikan argumen-argumen mereka tentang materi itu dengan tambahan
pengetahuan-pengetahuan lainnya. Jadi, mulai semester dua besok gue berniat
untuk belajar sebelum kelas. Mungkin itu akan gue lakukan di pagi hari sekitar
jam tiga, syukur-syukur kalo bisa tahajjud juga.
2.
Selain belajar sebelum kelas, gue rasa
belajar setelah kelas juga penting banget. Apalagi untuk seorang gue yang
memiliki kapasitas otak terbatas, yang sering banget lemot kalo mikir dan
sering lupa sama banyak hal. Nah karena ini sifatnya mengulang materi, gue
harus pinter-pinter nyari waktu yang pas buat melakukannya supaya nggak bosen.
Mungkin kalo sehari cuman ada dua kelas, gue bisa langsung ngulang di
perpustakaan. Tapi kalo seharian full gue ada kelas, akan lebih baik kalo
meluangkan waktu untuk tidur dulu baru bangun lagi untuk mengulang materi.
3.
Tugas adalah teman paling setia bagi
mahasiswa, dia selalu ada dalam suka maupun duka. Semester lalu, gue masih suka
males ngerjain tugas jauh-jauh deadline
padahal sejatinya banyak waktu luang. Alhasil, gue ngerjain tugas mepet sama deadline dan hasilnya nggak bikin gue
puas karena ngerjainnya juga di bawah tekanan waktu yang tinggal sedikit. Oleh
karena itu untuk perkara tugas yang sifatnya individu gue akan lebih disiplin
lagi deh, ngerjain ya paling lambat sehari sebelum deadline udah kelar. Untuk
tugas yang sifatnya kelompok, bahasnya di hari tugas itu dikasih terus
dikerjain dengan cara efektif, dan sebelum deadline
harus ada pembahasan bersama lagi. Rencana itu butuh banget komitmen bersama,
masalahnya gimana cara memengaruhi orang lain untuk sepemikiran dengan kita?
4.
Semester lalu gue bisa diibaratkan sebagai
‘bawang kotong’ atau istilah lainnya, yang intinya adalah fisiknya doang yang
ada tapi rohnya nggak ada. Gue pasif banget di kelas, pernah sih sekali dua
kali nyampaiin pertanyaan tapi nggak pernah sekalipun menjawab pertanyaan atau
menanggapi suatu presentasi. Sebenernya ada sih sesuatu yang gue pikirin kalo
lagi kelas, cuman gue selalu kehilangan kesempatan buat ngomong karena terlalu
lama mikirin rangkaian kata dan apa reaksi dosen dan teman-teman lainnya.
Padahal mah ya bodo amat, kalo pertanyaan atau argumen gue nggak mutu itu
tandanya gue lagi belajar. Yang terpenting adalah berani dulu, lalu bisa,
kemudian terbiasa.
5.
I
have a big dream. Nah, untuk menggapai mimpi itu gue rasa
harus keluar dari zona nyaman. Harus berani mencoba, harus mau mengeksplore
kemampuan diri sendiri. Yah, walaupun sampai detik ini gue masih nggak tau apa
sih sebenernya bakat yang gue miliki dan patut untuk dibanggakan. Gue sangat
sangat mengakui bahwa gue nggak ada bakat sama sekali di ranah seni which is nyanyi, ngelukis, ataupun juga
nari. Karena gue ngerasa nggak bakat di bidang seni, di situlah gue sering
merasa minder dan nggak gaul. But,
gue masih berusaha kok untuk menggali bakat yang mungkin gue miliki. Meskipun
gue masih ragu sedalem apa sih bakat gue kok gue menggali tapi nggak nemu-nemu.
Yawis, intinya gue ingin menorehkan prestasi di bidang akademik dan non
akademik.
6.
Satu hal yang gue sadari di akhir tahun ini
adalah bahwa gue kayaknya semakin tidak ramah ke orang-orang. Sebenernya gue
pernah ngrasa kayak gini juga dulu pas SMP, terus gue berusaha untuk mengubah
perilaku gue itu dan akhirnya gue bisa kok jadi ramah, terbuka dalam bergaul,
dan membuat orang cukup nyaman berada di sekitar gue. Padahal harusnya semakin
ke sini gue hendaknya menjadi pribadi yang lebih baik dalam hal bergaul. Banyak
orang bilang, pergaulan itu berpengaruh besar terhadap kesuksesan seseorang.
Caranya, gue janganlah jadi orang yang pasif, yaps gue musti lebih sering ‘say hello’ sama temen-temen gue.
Okelah, cukup sekian dulu kirangnya hal-hal
yang perlu gue benahi untuk semester berikutnya. Mudah-mudahan nggak hanya
sekadar wacana ya, Bil.
Btw, liburan kali ini gue pengen banget
berkunjung ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta yang belum pernah gue
kunjungin. Sudah sekian lama gue tinggal di sini tapi gue taunya dari dulu
cuman tempat itu-ituu aja. Padahal sejatinya Yogyakarta itu surga buat
berwisata kan ya, so tinggal nyari
temen aja buat berkelana menjelajah Yogyakarta (bukan sekadar Kota Jogja).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar