Jumat, 29 Desember 2017

Evaluasi dan Resolusi sebagai Mahasiswa



Pada akhirnya Ujian Akhir Semester udah kelar juga! Sumpah gue legaaaa banget. Setelah melewati hari-hari penuh dengan tekanan, ngerjain soal-soal ujian yang bikin capek otak dan tangan. Gimana nggak capek ada beberapa soal yang syarat jawabannya minimal satu halaman, bahkan ada juga yang suruh membuat esai 500 kata. Gila kan tuh? Tapi sudahlah, lupakan masa-masa sulit itu dan marilah kita rencanakan liburan yang asyik dan menarik lur!
Tapi...sebelum menikmati masa-masa liburan ada baiknya sebagai mahasiswa yang berintegritas kita hendaknya melakukan evaluasi terhadap semester yang telah lalu dan melakukan beberapa resolusi untuk semester yang akan datang. Ya to? Karena manusia berhak berencana, meskipun perencana terbaik adalah Tuhan. Nggaya..nggaya..
Sebenarnya ada berbagai aspek dalam hidup gue yang butuh untuk dievaluasi, tapi kayaknya akan panjang ceritanya kalo gue tuangin semuanya ke dalam tulisan. Jadi, gue hanya akan menuliskan evaluasi dan resolusi yang berkaitan dengan aspek perkuliahan aja lah ya.
Setelah gue renungkan dan pikirkan, kira-kira ini nih evaluasi dan resolusinya :
1.      Selama ini gue kurang persiapan untuk kelas, jarang banget gue baca buku atau belajar tentang materi yang akan dipelajari besok ketika kelas. Dampaknya adalah ketika dosen menyampaikan materi gue sering nggak paham sama alurnya karena gue ibaratnya nggak bawa bekal pokok tentang materi tersebut. Padahal nih ya, temen-temen gue yang lain (terutama yang pinter-pinter) tuh udah pada prepare sebelum kelas, jadi pas kelas mereka tuh bisa ngikutin alur materi dosen terus bisa menyampaikan argumen-argumen mereka tentang materi itu dengan tambahan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Jadi, mulai semester dua besok gue berniat untuk belajar sebelum kelas. Mungkin itu akan gue lakukan di pagi hari sekitar jam tiga, syukur-syukur kalo bisa tahajjud juga.
2.      Selain belajar sebelum kelas, gue rasa belajar setelah kelas juga penting banget. Apalagi untuk seorang gue yang memiliki kapasitas otak terbatas, yang sering banget lemot kalo mikir dan sering lupa sama banyak hal. Nah karena ini sifatnya mengulang materi, gue harus pinter-pinter nyari waktu yang pas buat melakukannya supaya nggak bosen. Mungkin kalo sehari cuman ada dua kelas, gue bisa langsung ngulang di perpustakaan. Tapi kalo seharian full gue ada kelas, akan lebih baik kalo meluangkan waktu untuk tidur dulu baru bangun lagi untuk mengulang materi.
3.      Tugas adalah teman paling setia bagi mahasiswa, dia selalu ada dalam suka maupun duka. Semester lalu, gue masih suka males ngerjain tugas jauh-jauh deadline padahal sejatinya banyak waktu luang. Alhasil, gue ngerjain tugas mepet sama deadline dan hasilnya nggak bikin gue puas karena ngerjainnya juga di bawah tekanan waktu yang tinggal sedikit. Oleh karena itu untuk perkara tugas yang sifatnya individu gue akan lebih disiplin lagi deh, ngerjain ya paling lambat sehari sebelum deadline udah kelar. Untuk tugas yang sifatnya kelompok, bahasnya di hari tugas itu dikasih terus dikerjain dengan cara efektif, dan sebelum deadline harus ada pembahasan bersama lagi. Rencana itu butuh banget komitmen bersama, masalahnya gimana cara memengaruhi orang lain untuk sepemikiran dengan kita?
4.      Semester lalu gue bisa diibaratkan sebagai ‘bawang kotong’ atau istilah lainnya, yang intinya adalah fisiknya doang yang ada tapi rohnya nggak ada. Gue pasif banget di kelas, pernah sih sekali dua kali nyampaiin pertanyaan tapi nggak pernah sekalipun menjawab pertanyaan atau menanggapi suatu presentasi. Sebenernya ada sih sesuatu yang gue pikirin kalo lagi kelas, cuman gue selalu kehilangan kesempatan buat ngomong karena terlalu lama mikirin rangkaian kata dan apa reaksi dosen dan teman-teman lainnya. Padahal mah ya bodo amat, kalo pertanyaan atau argumen gue nggak mutu itu tandanya gue lagi belajar. Yang terpenting adalah berani dulu, lalu bisa, kemudian terbiasa.
5.      I have a big dream. Nah, untuk menggapai mimpi itu gue rasa harus keluar dari zona nyaman. Harus berani mencoba, harus mau mengeksplore kemampuan diri sendiri. Yah, walaupun sampai detik ini gue masih nggak tau apa sih sebenernya bakat yang gue miliki dan patut untuk dibanggakan. Gue sangat sangat mengakui bahwa gue nggak ada bakat sama sekali di ranah seni which is nyanyi, ngelukis, ataupun juga nari. Karena gue ngerasa nggak bakat di bidang seni, di situlah gue sering merasa minder dan nggak gaul. But, gue masih berusaha kok untuk menggali bakat yang mungkin gue miliki. Meskipun gue masih ragu sedalem apa sih bakat gue kok gue menggali tapi nggak nemu-nemu. Yawis, intinya gue ingin menorehkan prestasi di bidang akademik dan non akademik.
6.      Satu hal yang gue sadari di akhir tahun ini adalah bahwa gue kayaknya semakin tidak ramah ke orang-orang. Sebenernya gue pernah ngrasa kayak gini juga dulu pas SMP, terus gue berusaha untuk mengubah perilaku gue itu dan akhirnya gue bisa kok jadi ramah, terbuka dalam bergaul, dan membuat orang cukup nyaman berada di sekitar gue. Padahal harusnya semakin ke sini gue hendaknya menjadi pribadi yang lebih baik dalam hal bergaul. Banyak orang bilang, pergaulan itu berpengaruh besar terhadap kesuksesan seseorang. Caranya, gue janganlah jadi orang yang pasif, yaps gue musti lebih sering ‘say hello’ sama temen-temen gue.
Okelah, cukup sekian dulu kirangnya hal-hal yang perlu gue benahi untuk semester berikutnya. Mudah-mudahan nggak hanya sekadar wacana ya, Bil.
Btw, liburan kali ini gue pengen banget berkunjung ke tempat-tempat wisata di Yogyakarta yang belum pernah gue kunjungin. Sudah sekian lama gue tinggal di sini tapi gue taunya dari dulu cuman tempat itu-ituu aja. Padahal sejatinya Yogyakarta itu surga buat berwisata kan ya, so tinggal nyari temen aja buat berkelana menjelajah Yogyakarta (bukan sekadar Kota Jogja).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar