Gue tahu, sebenernya nggak baik kebanyakan sambat. Apalagi yang dipersambatkan ialah masalah kuliah yang mana bagi banyak orang kuliah itu suatu yang istimewa (privelege). Namun, bagi orang biasa seperti gue sambat itu upaya untuk melepas stress. Diawali dengan sambat kemudian dilanjutkan dengan refleksi diri, memahami kondisi diri sendiri, dan mencoba ngumpulin semangat lagi buat melakukan suatu pekerjaan. Mungkin sebagian orang menilai bahwa sambat merupakan bentuk dari rasa tidak bersyukur. Iya, gue tahu, nggak sepenuhnya salah kok. Tapi nggak sepenuhnya juga dalam kehidupan manusia itu selalu merasakan emosi yang menunjukkan 'baik-baik saja' karena ada kalanya manusia merasakan emosi yang dikonotasikan negatif. Salah satunya merasa mentok, nggak ngerti kudu berbuat apa sama masalah yang ada di depan mata, lalu diekspresikan dengan sambat. Itu wajar to?
Perkara sambat gue malam ini dikarenakan skripsi. Sebenernya bukan masalah yang berat banget sih, cuman emang lagi mentok mikir aja dan kurang mood untuk membaca artikel berbahasa Inggris. Btw, ukuran berat dan ringan suatu masalah itu sangat bergantung pada kepribadian masing-masing orang lho ya, jadi jangan disamaratakan. Gue peling benci kalo denger orang meremehkan hal-hal yang dipermasalahkan orang lain. "Alah gitu doang aja sambat". Hadeh, kalo udah begitu emang dasar orangnya yang kagak paham.
Rupanya malam hari bukan waktu produktif bagi gue untuk mengerjakan skripsi. Gue udah mencoba baca progress revisi bab dua, niatnya nih mau coba merangkai kalimat-kalimat penghubung yang bernuansa kritis. Lalu sambil membaca artikel lainnya untuk menambahkan kutipan dan menguatkan asumsi. Namun, apalah daya pikiran ini udah nggak begitu fokus. Ditambah ini tenggorokan gue rasanya gatel dan sedikit batuk, jadi nggak oke banget dah buat berprogress skripsi.
Lantas kenapa lo malah nulis blog, Bil?
Ya gapapa. Ini adalah salah satu bentuk sambat yang sekaligus juga produktif. Setidaknya sambatan gue ada outputnya yaitu tulisan ini, hehehe. Mungkin kelak akan gue baca lagi untuk mengenang perjuangan gue ngerjain skripsi. Selain itu, gue juga lagi bertekad untuk belajar menulis. Berawal dari nulis sambatan pribadi barangkali bisa berkembang jadi penulis kolom opini, hahah!
Oke, gue rasa cukup sekian selingan persambatan kali ini. Selanjutnya gue mau persiapan tidur karena besok gue pengen bangun pagi. Semoga dengan bangun pagi akan lebih banyak aktivitas produktif yang bisa gue lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar