Kalo gue ditanya, ‘Siapa orang yang paling
dekat dengamu?’
Maka gue akan menjawab, ‘Diri gue sendiri’
Beberapa jam menjelang bertambahnya umur
gue (besok gue ulang tahun) hal tersebut baru gue sadarin. Ternyata selama ini
gue nggak punya yang namanya sahabat dekat. Kenyataannya orang yang dulunya sering
dianggap sahabat gue, sekarang juga udah jarang banget komunikasi sama gue
secara pribadi. Gue udah sibuk sendiri sama dunia gue dan begitu juga dengan
mereka. Tapi bukan berarti gue suka memutus silaturahmi loh ya, konteksnya
disini adalah ‘sahabat dekat’ atau ‘orang terdekat’. Kalo misalnya sekarang gue
terlihat masih akrab sama temen gue pas SMA, mungkin karena kita sampe sekarang
masih satu jurusan malah satu kelas.
Bagaimana dengan orangtua gue? Ibuk bukanlah
tipe seorang ibu yang hangat, meskipun bukan berarti tidak sama sekali. Tapi
beliau itu lebih dominan sifat tegas, cerdas, dan disiplinnya. Sementara Bapak,
beliau bisa dibilang nggak peka dengan anaknya. Adek, ya dia mah tau apa.
Sebenarnya gue udah berusaha untuk mendekati orang di rumah, gue sering cerita
tentang pengalaman dan kadang minta saran sama mereka. Tapi yang ada gue malah
kecewa, jangankan mendapat respon yang baik kadang malah ceritanya nggak
didengerin. Sejak gue menyadari hal itu, gue punya niat untuk nggak terlalu
banyak bercerita lagi sama orang di rumah. Alhasil, kamar adalah ruangan favorit
gue, karena gue bisa sendirian melakukan segala hal yang gue suka tanpa
ganggulan dan aral melintang.
Gue juga mulai kepikiran, apa sejatinya gue
ini orang yang introvert? Dulu mungkin banyak orang yang mengira sebaliknya. Tapi
akhir-akhir ini gue sadar bahwa lebih sering memendam pikiran dan perasaan
daripada mengungkapkannya ke orang lain. Gue rasa cerita yang keluar dari mulut
gue itu nggak menarik, bumbu-bumbunya kurang kuat menghipnotis orang untuk punya
minat pada cerita gue. Jadi daripada gue buang-buang tenaga kan mending dipendem
sendiri atau ditulis aja di blog.
Sebenarnya malam ini gue lagi mikirin banyak
hal sampe gue bingung memilah mana yang mau gue tulis. Sementara gue masih
perlu persiapan untuk presentasi besok, gila materinya susah! Gue heran banget.
Jurusannya apa, dosennya nyuruh nganalisis jurnal tentang apa. Bayangin aja
lur, besok gue presentasi tantang Sistem Simulasi Lahan.... (gue lupa) which is bidangnya anak Saintek padahal
jelas-jelas gue dan temen sekelompok adalah anak Soshum. Parahnya lagi, besok
gue maju presentasi dua kali coy! Semoga Engkau memberiku kemudahan Ya Allah..
Jadi cukup sekian, intinya gue lagi bingung
sama jati diri gue dan gimana gaya yang cocok untuk gue dalam bergaul dengan
orang lain. Dah itu kesimpulannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar