Halo, lama nggak nulis. Sekarang aku lagi di rumah, lagi nyuci sprei pake mesin cuci dan sekarang nungguin mesin cucinya yang sebenernya udah saatnya pensiun. Setiap kali mau dipake pasti rewel, ya ga mau muterlah, ya alarm error-nya bunyi terus, dan kadang pas udah bisa muter tiba-tiba berhenti sendiri. Walaupun ngeselin, itu mesin cuci emang udah berjasa banget bagi kehidupan rumah tangga 'omah ijo' ini selama hampir 10 tahun. Jadi selama nunggu, aku memutuskan untuk nulis aja, nulis yang tidak terencanakan dan tidak terkonsep. Btw, aku juga lagi sambil dengerin musik. Aku lagi dengerin OST-nya Teman Tapi Menikah, kayaknya kalau ditanya orang "Apa genre musik favoritmu?", aku akan jawab "OST film atau series yang pernah aku tonton". Selain lagunya Petra Sihombing yang 'Mine', aku pikir enggak ada lagi lagu yang bener-bener berkesan sampe ke hati.
Apa kabar aku?
'Apa kabar' adalah pertanyaan yang sulit kujawab akhir-akhir ini. Entahlah, mungkin karena pada kenyataannya aku sedang tidak baik-baik saja. Udah di pertengahan November dan aku belum sidang skripsi. Bahkan progres skripsi yang menurutku masih sangat tidak layak itu baru aku kirim ke dosen pembimbing kemarin. Oleh sang dosen, chat-ku hanya dibaca, belum dijawab. Yah, namanya juga dosen pastinya beliau sibuk. Walau misalnya dibalas dengan "Oke, nanti saya review" aja kayaknya akan lebih melegakan.
Setelah ngirim progres skripsi, aku jadi deg-degan dan overthinking semalaman. Jadi nggak mood ngapa-ngapain. Padahal seharusnya semalam aku ada kegiatan rutin mingguan belajar bahasa inggris bareng teman-teman. Kami emang jadi ketemu via g-meet, tapi enggak jadi diskusi gara-gara aku jawab pertanyaan "How's life guys?" dengan jawaban "I'm not in a good condition, i mean myself". Lalu teman-temanku yang udah lulus itu memberi semangat dan beragam kata-kata manis nan menenangkan. Dalam hati aku merasa bersalah, seharusnya aku belajar untuk nampak tidak apa-apa dan diskusi berjalan sesuai rencana. Sayang sekali aku tidak pandai berbohong teman, padahal minggu lalu kami juga sudah menunda diskusinya. Yah, begitulah aku yang sejatinya manusia rapuh ini.
Pengalamanku dalam mengerjakan skripsi ini akan menjadi pelajaran hidup yang enggak akan terlupa. Pelajaran tentang gimana seharusnya kita mengelola prioritas hidup, mengelola waktu, mengelola tenaga, dan menentukan keputusan atas suatu kesempatan. Aku juga sedang berusaha mensyukuri apapun yang ada dan terjadi pada diriku. Walau sesekali masih coba membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Rasanya saat ini fase hidupku berjalan begitu lamban, lama sekali aku berada di suatu titik dan tak kunjung bergerak ke titik yang lain. Sementara orang lain barangkali telah melangkah begitu jauh.
Temanku bilang "sometimes we are win, but in other time we're possible to lose. But the rest, we could learn. So actually there is no lose." Hem.. ya.
But then, i feel better right now. Selain karena kata-kata mutiara dari teman-temanku semalam. Barusan tadi aku juga habis nonton videonya Mbak Analisa. Mbak Ana ngutip kalimat dari suatu buku gitu, "its not going to be easy, but its going to be worth it."